Analisis Perbandingan Kehilangan Gaya Prategang pada Jembatan Fly Over Metode Stressing Satu Arah dan Dua Arah
Abstract
Stressing adalah proses penarikan kabel tendon yang ada di dalam girder untuk menjadikan girder sebagai beton pretegang. Stressing satu arah yaitu sistem stressing kabel strand dengan hanya menarik salah satu ujung kabel strand saja. Sedangkan stressing dua arah yaitu dengan menarik kedua ujung kabel. Kehilangan gaya prategang yakni berkurangnya gaya-gaya prategang yang bekerja pada suatu baja / kabel prategang (tendon) di setiap tahap-tahapan pembebanan. Sehingga harus diperhitungkan berapa total kehilangan prategang yang terjadi diakibatkan oleh stressing satu arah dan dua arah. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode stressing pada saat pelaksanaan pekerjaan jembatan fly over terhadap kehilangan gaya prategang dan mengetahui bagaimana kehilangan gaya prategang akibat pengaruh metode stressing pada jenis girder yaitu PC I girder. Metode stressing pada proyek pembangunan fly over Bukittinggi berpengaruh pada kehilangan gaya prategang khususnya pada kehilangan prategang karena gesekan tendon dan relaksasi pada baja. Berdasarkan data yang diperoleh, di dapatkan hasil analisa kehilangan gaya prategang diakibatkan oleh stressing satu arah yaitu 29,696% dan metode stressing dua arah yaitu 28,764%. Namun telah dilakukan tegangan awal yang lebih besar pada saat stressing untuk mengatasi kehilangan prategang karena gesekan pada tendon dan slip angkur. Maka nilai kehilangan gaya prategang yang diakibatkan oleh metode stressing satu arah yaitu 17,778% dan metode stressing dua arah yaitu 17,994%. Kontrol keamanan struktur telah memenuhi syarat keamanan struktur dengan tegangan dan lendutan yang terjadi kurang dari tegangan dan lendutan yang diizinkan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Budiadi, Andri. 2008. Desain Praktis Beton Prategang. Yogyakarta: Andi
Darmawan, M. Sigit. 2008. Perhitungan Kehilangan Pratekan Total dengan Memakai Teori Kemungkinan. Jurnal for Strata Degree. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Nawy, Edward G. 2001. Beton Prategang Suatu Pendekatan Mendasar. Edisi Ketiga Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Ned, T.Y Lin dan H. Burns. 1996. Desain Struktur Beton Prategang Edisi Ketiga Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Ramadhan. 2015. Devinisi Jalan Fly Over. Tersedia : http://DevinisiJalan FlyOver.html
Rizkia, Selvia Rahma. 2017. Analisis Perbandingan Kehilangan Prategang Akibat Metode Stressing Satu Arah dan Dua Arah Pada Jembatan Beton Prategang. Jurnal for Strata Degree. Lampung: Universitas Lampung.
SNI 1725:2016. 2016. Pembebanan Untuk Jembatan. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
SNI 2833:2016. 2016. Perencanaan Jembatan Terhadap Beban Gempa. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
SNI 2847:2013. 2013. Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
SNI 03-2847-2002. 2002. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (Beta Version). Jakarta : Badan Standarisasi Nasional
SNI T-12-2004. 2004. Perencanaan Struktur Beton Untuk Jembatan. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional
DOI: http://dx.doi.org/10.33087/talentasipil.v4i2.75
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Talenta Sipil, Faculty of Engineering, Batanghari University |


