Analisis Pengaruh Erosi Lahan Pada Daerah Aliran Sungai Ciujung Kabupaten Lebak
Abstract
DAS Ciujung merupakan sungai induk yang ada di Provinsi Banten tepatnya di Kabupaten Lebak. Sebagai bagian dari Sumber Daya Alam yang sangat dibutuhkan, maka sungai ini telah dimanfaatkan/digunakan untuk berbagai kegiatan dan tujuan, diantaranya yaitu untuk sarana penyediaan air irigasi teknis atau pengairan area persawahan yang dikelola oleh masyarakat Kabupaten Lebak. Penelitian ini dilakukan, Mengkaji besarnya dampak yang ditimbulkan oleh banjir terhadap pengaruh erosi lahan dibantaran Sungai Ciujung dan mengevaluasi upaya pengelolaan tataguna lahan terhadap banjir di Sungai Ciujung serta Sebagai alternatif kebijakan dalam rangka mitigasi, pertimbangan dalam implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Metode yang digunakan dalam kajian ini melakukan analisis hidrologi, perhitungan USLE serta perhitungan Sediment Delevery Ratio (SDR). Besarnya erosi yang terjadi di Sungai Ciujung adalah 45,924 ton/ha/tahun atau 663.142,56 t/thn sehingga besarnya sedimentasi di Sungai Ciujung 84.219 t/thn sedangkan nilai toleransi sedimen adalah perkalian antara nilai toleransi erosi dengan SDR. Untuk Sungai Ciujung nilai toleransi erosi adalah 194.940 t/thn dan angka SDR adalah 0,127 sehingga nilai toleransi sedimen adalah tata guna lahan, 0,127 = 24.757/thn.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Asdak C, 2004. Hidrologi dan Pengelolaan daerah Aliran Sungai, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Adedeji, Olufemi, Okocha, Reuben, and Olatoye, Olufemi (2014) Global Climate Change, Journal of Geoscience and Environment Protection 02(02):114-122 DOI:10.4236/gep.2014.22016
Arsyad Sitanala, 1989. Konservasi Tanah dan Air, Cetakan I Bogor : IPB Press.
Anna S., 2001, Model Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai Secara Terpadu, Makalah Falsafah Sains, Program Pasca Sarjana / S3, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Bennett and Chapline, 1928
Bennett, H., Chapline, W., 1928. Soil erosion: a national menace., United States Department of Agriculture (USDA). Google Scholar
Boardman and Poesen, 2006
J. Boardman, J. Poesen Soil Erosion in Europe John Wiley & Sons. (2006), 10.1002/0470859202, Google Scholar
Irianto, 2003, Repository USU ac.id Chapter II.
Maryono, Agus. 2000. Menangani Banjir, Kekeringan dan Lingkungan, UGM Press.
Morgan, 2009
R.P.C. Morgan Soil Erosion and Conservation John Wiley & Sons (2009)
Google Scholar
Poesen, 2018 J. Poesen
Soil erosion in the Anthropocene: research needs
Earth Surf. Process. Landforms, 84 (2018), pp. 64-84, 10.1002/esp.4250, Google Scholar
Suripin. 2004. Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Penerbit Andi.
Suripin, 2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air, Andi Yogyakarta.
Robert J. Kodoatie,2013. Rekayasa dan Manajemen Banjir Kota. Andi Yogyakarta.
Soemarto, CD, 1995. Hidrologi Teknik. Penerbit Erlangga.
Suhartanto E. 2001, Optimalisasi Pengelolaan DAS di Sub Daerah Aliran Sungai Cidanau Kabupaten Serang Provinsi Banten menggunakan model Hidrologi ANSWERS, Makalah Falsafah Sains, Program Pasaca Sarjana/S2 IPB, Bogor.
Sosrodarsono dan Tominaga. 1985. Perbaikan dan Pengaturan sungai. Penerjemah Ir. Yusup Gayo dkk. Penerbit PT. Pradnya Paramita Jakarta.
Sosrodarsono, S. dan Takeda K. 1976, terjemahan Mori, K. Hidrologi untuk Pengairan, Penerbit PT Pradnya Paramita, Jakarta.
Syarief Rustam & verhaeghe, Robert, 1998. Multi Sector Planing For water Resources Development. Paper Presented at ICID Congress 1998, Bali
DOI: http://dx.doi.org/10.33087/talentasipil.v5i1.107
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Talenta Sipil, Faculty of Engineering, Batanghari University |


