Analisis Kemampuan Pemerintah Desa dalam Penyusunan Desain Anggaran Biaya Infrastruktur Pedesaan Di Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci
Abstract
Pada program Dana Desa telah disediakan fasilitator pendamping yang dimulai dari pendampingan tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan tingkat provinsi. Fasilitator dalam desa yang biasa disebut dengan fasilitator local desa mendampingi tim pengelola kegiatan dan perangkat desa dalam pengelolaan administrasi dan teknis di tingkat desa. Apalagi di bidang Pembangunan. Dahulu, untuk Pembangunan Infrastruktur baik, Cor Rabat Beton, Talud maupun Drainase, penyusunan RAB dan Gambar di serahkan ke Pihak ke tiga atau Faskel. Namun untuk era sekarang ini Perangkat Desa di tuntut untuk bisa membuat dan menyusun Design Gambar, dan RAB, dan segala hal penyusunnya, sehingga sesuai dengan kaidah ilmu Teknik sipil, agar masyarakat desa bisa mandiri dalam membangun infrastruktur dengan murah dan efisien. Dalam penelitian ini tujuan yang ingin disampaikan oleh penulis yaitu untuk mengetahui kemampuan pemerintah Desa dalam penyusunan Desain Anggaran Biaya Infrastruktur Pedesaan di Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci. Setelah dilakukannya penelitian di Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci di dapat kan hasil dimana kemampuan pemerintah desa dalam penyusunan desain anggaran infrastruktur masih tergolong dalam kategori rendah, hal tersebut di dapat dilihat dari jumlah responden dalam skor pengkategorian kemampuan lebih dominan pada kategori rendah yaitu sebanyak 18 responden untuk kategori rendah, 17 responden untuk kategori sedang, dan 15 responden untuk kategori tinggi. Hal ini sejalan juga dengan pernyataan Notoatmodjo (2012) bahwasannya terdapat 6 tingkatan pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif yaitu Mengetahui (know), Memahami (comprehension), Aplikasi (application), Analisis, Sintesis, Evaluasi. Dalam penelitian ini sendiri terjawab bahwasannya tingkat pengetahuan yang dominan menjadi kendala dalam kemampuan pemerintah desa dalam penyusunan desain anggaran infrastruktur pedesaan di kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci yaitu pada tingkat mengetahui (know) dan memahami (comprehension), hal tersebut dibuktikan dengan kurang tau dan pemahaman tentang desain anggaran oleh perangkat desa sedangkan untuk aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi sudah berjalan baik sesuai dengan ketentuan dimana sudah di atur oleh faskel atau pihak ketiga dari desa tersebut.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adisasmita, R. (2006). Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan. In Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan (I).
Azwar, S. (2009). Metode Penelitian (Cetakan 9). Pustaka Pelajar.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2008). Pusat Bahasa.
Notoatmodjo. (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan (Edisi Revisi). Rineka Cipta.
Prof. Dr. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (I). Alfabeta Bandung. https://www.pdfdrive.com/prof-dr-sugiyono-metode-penelitian-kuantitatif-kualitatif-dan-rd-intro-d56379944.html
Richard, O., Allokendek, C., Kimbal, M. L., & Undap, G. (2016). PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGGUNAAN DANA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA DARUNU KECAMATAN WORI.
Suprianto, A., & Syafhendry. (2016). WEWENANG KEPALA DESA DALAM MENGKOORDINASIKAN PEMBENGUNAN DESA SECARA PASRTISIPATIF. Universitas Islam Riau. Riau. Jurnal Pemerintahan, Politik dan Birokrasi, Volume II, Pages 14. https://journal.uir.ac.id/index.php/wedana/article/download/1786/1113
DOI: http://dx.doi.org/10.33087/talentasipil.v5i1.98
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Talenta Sipil, Faculty of Engineering, Batanghari University |


