Studi Perilaku Rantai Pasok Konstruksi Pada Proyek Pembangunan Gedung

Refdizalis Refdizalis, Taufika Ophiyandri, Yervi Hesna

Abstract


Rantai Pasok Konstruksi adalah sebuah sistem pemasok, produsen, layanan transportasi, distributor dan penjual yang diciptakan untuk mengubah bahan dasar menjadi suatu produk konstruksi sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengguna sesuai nilai yang dimintanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa pola rantai pasok material konstruksi serta menganalisa perilaku para pihak dalam rantai pasok konstruksi bangunan gedung. Penelitian ini dilakukan pada proyek bangunan gedung di Kabupaten Tanah Datar, dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif yakni teknik analisis yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan kumpulan data wawancara dan hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat pola umum rantai pasok konstruksi yang digunakan yakni pola pekerjaan yang dikerjakan sepenuhnya oleh kontraktor utama, pola pekerjaan yang dilaksanakan oleh sub kontraktor termasuk penyediaan material, tenaga kerja dan peralatan, pekerjaan yang dilaksanakan oleh sub kontraktor spesialis dengan peralatan, material dan tenaga kerja disediakan oleh sub kontraktor spesialis, serta pola pekerjaan yang dilaksanakan oleh tenaga kerja dengan keahlian khusus, namun peralatan utama dan material masih diadakan langsung oleh kontraktor utama. Perilaku rantai pasok konstruksi dilakukan dengan mengkaji hubungan interaksi pelaku rantai pasok konstruksi meliputi analisa tentang sistem pengadaan yang digunakan, bentuk perjanjian, sistem pembayaran dan pengelolaan jaringan rantai pasok oleh kontraktor utama terhadap pelaku rantai pasok dibawahnya.

Keywords


rantai pasok, pola, subkontraktor, kontraktor spesialis, supplier

Full Text:

PDF

References


Abduh, Muhammad,2012. Rantai Pasok Konstruksi Indonesia, Buku Konstruksi Indonesia 2012, Kementerian PU Republik Indonesia, Jakarta.

Abduh, Muhammad,2007. Konstruski Ramping untuk mencapai konstruksi yang berkelanjutan.

Bahagia, Senator Nur,2012.”Harmonisasi Rantai Pasok Konstruksi, Buku Konstruksi Indonesia 2012”,Jakarta.

Budiman, Ade surya, 2017. Kajian Penerpan EDI dalam Pengelolaan Rantai Pasokan di Industri Manufaktur, Jurnal Ilimiah Teknologi Informasi Terapan, Volume III, Nomor 3, 30 Agustus 2017, halaman 249-260.

Christoper, Martin, 2011, Logistics and Supply Chain Management, Fourth Edition.

Dei, K.Aditya,Darmayanti dan Martha Jaya. Analisis Risiko dalam Aliran Supply Chain Pada Proyek Konstruksi Gedung di Bali, Jurnal Spektran, Volume 5 No1, January 2017, halaman 1-82.

Ibrahim.MA, “Metodologi Penelitian Kualitatif”, 2015

Kamus Besar Bahasa Indonesia, https://kbbi.web.id/, 2017

Kirmanto, Joko, 2012.Harmonisasi Rantai Pasok Konstruksi, Buku Konstruksi Indonesia 2012, Kementerian PU Republik Indonesia, Jakarta

Maulani, Febiani dan Suraji, Akhmad dan Istijono, Bambang, 2014. “Analisis struktur Rantai Pasok Konstruksi pada pekerjaan Jembatan, Jurnal Rekayasa Sipil, Volume 10 no.2, Oktober 2014, halaman 1-8.

Mursadin, Aqli, 2011. Kajian Sistem Pasokan Berasis Lean Construction pada proyek-proyek Konstruksi di Balik Papan”, Jurnal Teknologi Berkelanjutan , Vol 1 edisi 1 April 2011 1-10, halaman 53-62.

Mustika,2011,”Hubungan Antara Kinerja, Intensitas Dan Bentuk Rantai Pasok Pada Proyek Bangunan Bertingkat Di Jakarta”,Jakarta.

Oktaviani, 2008.”Kajian Kinerja Supply Chain Pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung”, Bandung.

Natsir, Muhammad, 2015, “Sistem Rantai Pasok Material dan Peralatan Konstruksi untuk mendukung Investasi Infrastruktur”, Bandung.

Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 95 Tahun 2015 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 8/PRT/M/2011 tentang Pembagian Subklasifikasi dan Subkualifikasi Usaha Jasa Konstruksi.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

Pandarangga,Adi; Wibowo, M.Agung; Dwihatmoko, Jati Utomo, 2015, “Studi Pola Rantai Pasok Konstruksi pada proyek Jalan dan Jembatan Kabupaten (Studi Kasus pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumba Timur)”, 2015,

Poerwanto,Hendra,https://sites.google.com/site/operasiproduksi/manajemen-rantai-pasokan, 2011 diakses tanggal 1 November 2017

Pribadi, Khrishna, 2007, “Identifikasi Rantai Pasok dalam Industi Konstruksi Indonsia untuk Pengembangan Sistem Manajemen Mutu”, Bandung.

Reini D.Wirahadikusumah dan Susilawati ,2006. “Pola Supply Chain pada proyek Konstruksi Bangunan Gedung, Jurnal Teknik Sipil Volume 13 Nomor 3 , halaman 107 – 123.

Richard,2007. “Studi Penerapan Manajemen Rantai Pasok Pengadaan Material Proyek Konstruksi”, Jurnal Teknik Sipil halaman 217-223.

Suisilawati dan Reini D.Wirahadikusumah, 2006. “Kajian Pengadaan oleh Kontraktor Pelaksana pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung”, Jurnal Teknik Sipil, Volume 13 No 3 Juli 2006.

Soephiady,Sutoyo, 2011, “Pengaruh Rantai Pasok terhadap Kinerja Kontraktor Bangunan Gedung di Jember”, Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Yogyakarta

Suradji, Akhmad, dkk, 2014, “Analisis Struktur Rantai Pasok Konstruksi pada Pekerjaan Jembatan”. Jurnal Rekayasa Sipil, Volume 10 No.2,halaman 1-8.




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/talentasipil.v3i2.30

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Talenta Sipil, Faculty of Engineering, Batanghari University
Adress: Fakultas Teknik, Jl.Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kec.Telanaipura, Kodepos: 36122, email: talentasipil.unbari@gmail.com


Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.