Rancang Bangun Sistem Pemantauan Kualitas Udara Dalam Ruangan Berbiaya Rendah Berbasis IoT
Abstract
Gas karbon monoksida (CO) merupakan salah satu zat pencemar udara dalam ruangan yang memiliki sifat tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa sehingga sulit dideteksi oleh panca indra manusia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang-bangun sistem pemantau kualitas udara di dalam ruanga khususnya gas CO dalam ruangan secara waktu nyata dan akurat. Sistem dibangun menggunakan sensor CO berupa MQ-7, sistem pengendali utama ESP8266 AT2560 Robodyn, sensor temperatur dan kelembaban relatif udara DHT22, penanda waktu RTC, dan dashboard monitoring yang terkoneksi dengan Grafana yang telah dibangun dengan bahasa pemrograman Go-Lang untuk menerima data yang dikirimkan oleh sistem. Hasil pengujian di dalam ruangan bangunan rumah tipe-38 selama 24 jam menunjukkan bahwa kadar CO rata-rata di dalam ruangan sebesar 11ppm dan telah melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh PERMENKES Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011. Tingkat kenyamanan termal berada pada kondisi nyaman optimal (22.8 – 25.8°C) dengan nilai rata-rata temperatur sebesar 25.7 °C, sedangkan kelembaban relatif rata-rata sebesar 65 % berada pada kondisi diatas kelembaban yang dianjurkan (40 – 50 %). Kinerja pengiriman data menunjukkan bahwa packet loss sistem sebesar 0.83% yang termasuk dalam kategori sangat bagus.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aosong Electronics Co., Ltd. 2012. Digital-output relative humidity & temperature sensor/module DHT22 (DHT22 also named as AM2302). Tersedia di https://www.sparkfun.com/datasheets/Sensors/Temperature/DHT22.pdf
ASHRAE. 1979. Handbook of Fundamental. USA: ASHRAE.
BSN. 2001. SNI 03-6527-2001 Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional Republik Indonesia.
ETSI. 1999. Telecomunications and Internet Protocol Harmonization Over Network: General aspects of Quality of Service (QoS). Tersedia di https://www.etsi.org/deliver/etsi_
tr/101300_101399/101329/02.01.01_60/tr_101329v020101p.pdf
Hanwei Electronic Co., Ltd. 2012. Technical data MQ7 gas sensor. Tersedia di http://www.hwsensor.com
Haven Hailu, Eshetu Gelan, Yared Girma. 2021. Indoor Thermal Comfort Analysis: A Case Study of Modern and Traditional Buildings in Hot-Arid Climatic Region of Ethiopia. Urban Science. 5, 53. https://doi.org/10.3390/urbansci5030053
KEMENKES. 2011. Pedoman Penyehatan, Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah. Dalam Kementerian-Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011 Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Ragheb, A.A., El-Darwish, I.I., Ahmed, S. 2016. Microclimate and human comfort considerations in planning a historic urban quarter. Int. J. Sustain. Built Envi., 5, 156–167
Slamet Widodo, Miftakhul Amin, Ahyar Supani. 2019. Design of Indoor Room Gas CO and SO2 Detection Based on Microcontroller Using Fuzzy Logic. ICENIS 2019, 125. doi.org/10.1051/e3sconf/201912523013
Sherin Abraham dan Xinrong Li. 2014. A Cost-Effective Wireless Sensor Network System for Indoor Air Quality Monitoring Applications. The 9th International Conference on Future Networks and Communications (FNC-2014) Procedia Computer Science, 34, 165 – 171. Tersedia di www.sciencedirect.com
US Environmental Protection Agency (USEPA). 2018. Indoor air quality tools for schools Communications guide. Available at http://www.epa.gov.
WHO. 1983. Indoor air pollutants, exposure, and health effects assessment. Euro-Reports and Studies World Health Organization Regional Office for Europe, Copenhagen.
DOI: http://dx.doi.org/10.33087/talentasipil.v5i1.104
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Talenta Sipil, Faculty of Engineering, Batanghari University |


