Kajian Dampak Lingkungan Pada Tahap Operasi Perumahan (Studi Kasus: Perumahan Cibungbulang Town Hill, Bogor)
Maulana Malik Ibrahim, Feril Hariati, Alimuddin Alimuddin
Abstract
Kegiatan operasi suatu perumahan akan memiliki dampak lingkungan dan sosial bagi masyarakat, sehingga penilaian dampak lingkungan sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan rona lingkungan di Perumahan Cibungbulang Town Hill pada tahap pra konstruksi dan tahap operasi, menganalisis limpasan yang terjadi pada tahap pra konstruksi dan tahap operasi, memprediksi dampak dan cara meminimalisir dampak yang ditimbulkan pada tahap operasi Perumahan Cibungbulang Town Hill. Metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan pelingkupan dan analisis limpasan dengan penerapan Zero Delta Q. Hasil penelitian ini adalah rona lingkungan awal menunjukkan bahwa kualitas lingkungan di lokasi penelitian dalam kategori baik. Volume debit limpasan pada tahap pra konstruksi sebesar 0,12 m3dan tahap operasi sebesar 0,84 m3dengan selisih sebesar 3,22 m3. Hal ini disebabkan oleh dampak perubahan tutupan lahan sawah dan pertanian lahan kering menjadi perumahan. Prediksi dampak yang timbul pada kegiatan operasi Perumahan Cibungbulang Town Hill adalah peningkatan perekonomian lokal, penurunan kualitas air tanah, peningkatan debit limpasan permukaan serta timbulnya persepsi masyarakat. Cara meminimalisir dampak negatif dapat dilakukan dengan cara membuka peluang kerja untuk warga lokal di kawasan perumahan, melakukan pemeliharaan saluran secara rutin terutama pada musim penghujan, Penghijauan pada area yang tidak dibangun, membatasi tutupan lahan yang masih terbuka sesuai KBD, melibatkan warga lokal dalam melaksanakan kegiatan tahap operasi.
Keywords
dampak lingkungan, rona awal lingkungan, limpasan, tahap operasi
References
Alimuddin. 2020. Studi Dampak Lingkungan Terhadap Kontruksi Bangunan Sekolah (Studi kasus : SDN Hajarmukti 5 Kota Depok). Jurnal Astonjadro Vol. 9 No. 2. Hal. 80-92.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, Dan Pemandian Umum.
Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (1996). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 Tentang Baku Tingkat Kebisingan.
Republik Indonesia. 2001 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengendalian Pencemaran Air.
Republik Indonesia. 1999. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
DOI:
http://dx.doi.org/10.33087/talentasipil.v5i1.103
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.